Subscribe to RSS Feed

Sunday, November 22, 2009

Tanpa Judul



Saya gak tau mana yang lebih saya benci. Bangun pagi untuk mengejar kelas jam 8 pagi atau berpanas-panas di bawah terik matahari untuk mengejar kelas jam 1 siang.

Akhirnya keinginan saya untuk bisa bangun siang di hari Minggu mengalahkan rasa malas saya berjalan di terik matahari.

Maka saya ambil kelas siang. Mulai tepat jam 1. Diperlukan kurang lebih satu jam perjalanan dari rumah saya di Mulyosari sampai ke CCCL Pusat Kebudayaan Perancis di Jalan Darmo Kali. Itu termasuk waktu nunggu angkot yang memang jarang sekali lewat. Bukan jalur gemuk soalnya.

Jadi begitulah. Tiap minggu siang, saya berangkat jam 12 tengah hari bolong, menggerutu panjang pendek karena panasnya tak terkira. Surabaya gitu lo. Belum lagi nunggu angkot yang bisa sampai 15 menitan baru lewat. Kalau lagi apes, bisa lebih dari setengah jam saya baru dapet angkot rute itu.

Belajar bahasa perancis siang-siang di hari minggu, bukan sesuatu yang menyenangkan. Otak saya suka lemot dan tumpul untuk menghapal kata benda mana yang masuk maskulin dan mana yang masuk feminin. Apalagi dengan pelafalan yang bikin lidah keseleo.

C'est bizzare! Aneh buat saya, kata benda memiliki jenis kelamin. Kenapa coba perahu digolongkan kata benda feminin sementara meja masculin? Apa karena meja punya banyak tonjolannya? perahu juga menonjol depan belakang hayo.

Anywhooo, sepulang kursus, ritual mingguan saya sepulang dari kursus dimulai dari Jalan Irian Barat, melihat-lihat pasar ikan. Gak beli karena emang gak punya akuarium. Tapi senang saja liat ikan warna-warni dengan bentuk yang sama sekali beda dengan ikan bakar cianjur.

Dari situ saya jalan kaki ke Jalan Pemuda, terus bablas sampai ke kantor gubernuran dan berujung di Tunjungan Plaza. Biasanya saya janjian dengan teman-teman saya dari berbagai komunitas itu buat makan atau Cuma nongkrong dan ngopi di kedai kopi cap putri duyung.

Hampir begitu setiap Minggu. Sampai saya sempat merasa jenuh dengan rutinitas yang begitu-begitu saja.

….

Dammit!

I really miss those old days.

Ditulis di Dalian, China, Musim Dingin 2009

Sunday, November 15, 2009

apa yang baru?


akhir-akhir ini saya kehilangan gairah untuk menulis. well, gak usah ditanya kali. posting terakhir bulan oktober dan sekarang sudah pertengahan november. benar-benar masa-masa yang sangat tidak kreatif.


well, salahkan pekerjaan saya. sebagai seorang yang kerjaannya mengontrol operasional keuangan suatu perusahaan, saya selalu bolak-balik ngecek kebijakan-kebijakan perusahaan yang ada. kalau begini melanggar aturan gak ya. kalau dijurnal kayak gini sesuai standard akuntansi gak ya. pokoknya banyak rambu-rambu yang mesti dipatuhi.


guess what? otak kiri saya menjadi sangat dominan. otak kanan saya yang konon mengatur imajinasi kreatif dan liar menjadi terkungkung. mentok. period. tiap kali ada niatan buat nulis sesuatu, otak kiri langsung bilang, tulisan jelek, gak mutu, gak sesuai kaidah. pokoknya gak bener deh.


dulu waktu di surabaya, saya punya penyeimbang untuk otak kiri yang kaku itu. ikut banyak komunitas yang jauh rutinitasnya dari jurnal debet dan kredit. ada komunitas jalansutra, wisata surabaya, komunitas blogger, pokoknya banyak deh.


sementara di sini, saya belum bisa mingle dengan komunitas lokal karena kendala bahasa. walhasil, kreatipitas saya mentok karena gak ada penyaluran. proses menulis mandeg. blog terlantar, fesbuk pun begitu.


anywho, apa yang baru selama sebulan ini?


1. kemaren turun salju pertama di Dalian. padahal pagi-pagi matahari bersinar hangat menyapa, saya sempet mikir mau jemur baju di luar. tapi gak jadi karena males keluar kamar, dinginnya gak ketulungan. sehabis makan siang saya tertidur dan saat bangun, sudah turun sajlu di luar.


2. saya semakin kurus. di surabaya, berat saya sekitar 77-78 kg. kemarin saya timbang, sudah melorot di kisaran 73-74 kg. setelah winter ini, saya perkirakan berat badannya bakal melorot lagi. gak usah diceritakan kenapa alasannya bukan?


3. ganti template. masih belum sempet update widget. mudah-mudahan bisa segera diupdate sebelum musim semi nanti. mudah-mudahan dengan template baru, bisa rajin menulis lagi. gak jaminan juga sebenernya. jadi mohon dimaafkan saja lah. bukan blogger yang baik saya.


4. cucian saya selama seminggu ternyata cuma satu celana kerja, satu baju kerja, sepasang baju thermal, satu celana pendek buat jogging, satu t-shirt, satu kaos kaki dan satu celana dalam. jorok? ya begitu deh.


itu dulu hal yang amat sangat tidak penting kali ini. ciao.

gambar diambil dari sini

Sunday, October 25, 2009

Passport Baru


Telah lahir tanggal 13 Oktober kemaren, passport saya yang baru. Dikeluarkan dari KBRI Beijing.


Passport saya yang lama sebetulnya akan memasuki masa pensiun pada bulan Januari tahun depan. Tapi ijin kerja saya habis akhir bulan ini. Daripada mesti ngurus ijin kerja lagi nanti dengan passport baru, saya pikir sebaiknya saya ganti saja passportnya sekalian.


Ini passport saya yang ketiga. Passport saya yang pertama, dikeluarkan oleh kantor imigrasi Bandung tahun 1996. Saya buat karena mendadak harus ke Singapura. Nasibnya tidak begitu baik karena cuma kena stempel sekali abis itu pensiun.


Passport saya yang kedua, dikeluarkan kantor imigrasi Surabaya tahun 2005. Dulu saya buat tanpa rencana. Saya buat persiapan siapa tau ada tiket murah meriah dari AirAsia buat jalan-jalan ke Malaysia. Eh, ndilalah passport ini membawa saya ke banyak negara. Ada stempel imigrasi Singapura, Malaysia, Thailand dan Hong Kong. Passport kedua ini menutup masa baktinya dengan tempelan ijin tinggal di China yang akan berakhir tanggal 29 Oktober 2009 nanti. Terima kasih ya telah menemani saya selama ini.


Omong-omong masalah penggantian passport baru di KBRI Beijing, prosesnya jauh lebih cepet dan lebih gak ribet dibanding urus-urus perpanjangan passport di kantor imigrasi di Indonesia.


Syarat-syarat yang diperlukan untuk perpanjangan passport di KBRI Beijing:

1. Bawa passport lama.

2. Fotocopy passport lama, mulai halaman depan, halaman yang sudah terpakai, sampai halaman dengan ijin tinggal di China.

3. Bawa fotocopy Surat Kenal Lahir/Akta Kelahiran

4. Pas foto ukuran passport sebanyak 3 biji (foto dihitung biji, buah apa helai ya?)

5. Isi formulir di KBRI

6. Biaya perpanjangan passport RMB 147. Mereka gak terima uang cash jadi bawa kartu ATM Anda. Dijamin masuk ke rekening KBRI.


Proses urusnya satu hari kerja. Sebetulnya punya saya selesai pada hari yang sama. Cuma saat di SMS KBRI, saya lagi di Wang Fu Jing, mesti ganti 3 kali subway untuk balik lagi ke KBRI di daerah Dong Zhi Men. Jadinya saya putuskan buat balik besok paginya.


Mudah kan? Gak pake calo gak pake agen.
Foto diambil dari www.sxc.hu. Gak nyambung emang :-)